IPNU dan IPPNU
dalam wadah pelajar Nusantara
Pentingnya IPNU dan IPPNU di era Modernisasi
Assalamu'alaikum wr. wb
IPNU dan IPPNU yang saat ini kita kenal adalah organisasi yang mewadahi pelajar NU, yang mempunyai fungsi sebagai wadah para pelajar dalam mengembangkan kemampuan di bidang sosial, keagamaan, dan keterpelajaran. Melihat pentingnya IPNU dan IPPNU di kalangan pelajar saat ini maka harus ada upaya yang maksimal agar IPNU dan IPPNU dapat dikenal oleh masyarakat lebih luas dan masuk ke pendidikan-pendidikan formal Negri maupun swasta. Moral pelajar yang saat ini kian mengalami penurunan dan juga pengaruh modernisasi yang tidak dapat terbendung menjadi alasan kenapa IPNU dan IPPNU menjadi organisasi yang perlu di pertahankan dan bisa menjadi salah satu alternatif dalam penanganan masalah ini. Banyak hal positif yang dapat di lakukan di organisasi pelajar ini, salah satu penekanan nya adalah bagaimana pelajar dan santri di era saat ini mampu bersaing dan juga mampu memanfaatkan teknologi dengan baik, selain itu anggota dan kader IPNU dan IPPNU di tuntut aktif di masyarakat sekitar mereka.
Latar belakang IPNU dan IPPNU berdiri
Aspek-sapek yang melatarbelakangi IPNU-IPPNU
berdiri antara lain:
1. Aspek Idiologis.
Indonesia mayoritas penduduknya adalah beragama Islam dan berhaluan Ahlus
Sunnah Wal Jamaah sehingga untuk melesrtarikan faham tersebut diperlukan
kader-kader penerus yang nantinya mampu mengkoordinir , mengamalkan dan
mempertahankan faham tersebut dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara serta beragama.
2. Aspek Paedagogis / Pendidikan
adanya keinginan untuk menjembatani kesenjangan antara pelajar dan mahasiswa di
lembaga pendidikan umum dan pelajar di pondok pesantren.
3. Aspek Sosiologi
Adanya persaman tujuan, kesadaran dan keihlasan akasn pentingnya suatu wadah
pembinaan bagi generassi penerus para Ulama dan penerus perjuangan bangsa.
Gagasan untuk menyatukan langkah dan nama perkumpulan / organisasi tersebut diusulkan dalam muktamar Ma‘arif pada tanggal 24 Februari 1954 M di Semarang. Usulan iniu dipelopori oleh pelajar-pelajar dari Yogyakarta, solo dan semarang yang diwakili oleh Sofwan Cholil Mustahal, Abdul Ghoni, Farida Ahmad, Maskup dan M. Tolchah Mansyur. Muktamar tidak menolak atas inisiatif serta usulan tersebut .Dengan suara bulat dan mufakat dilahirkan suatu organisasi yang bernama IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) dengan ketua pertama M Tolchah Mansur, serta pada tanggal itulah ditetapkan sebagai hari lahir IPNU.
Lahirnya IPNU merupakan organisasi termuda dilingkungan NU sebagai langkah awal untuk memasyarakatkan IPNU, maka pada tanggal 29 April –1 Mei 1954 diadakan pertemuan di Surakarta yang dikenal dengan KOLIDA atau Konfrensi Lima Daerah, yang meliputi Yogyakarta, semarang, Kediri, Surakarta dan Jombang dan menetapkan M. Tolchah Mansur sebagai Pucuk Pimpinan (Sekarang Pimpinan Pusat). Selang satu tahun, tapatnya diarena konggres pertama IPNU didirikan IPPNU (Ikatan Pelajar Putri NU) 3 Maret 1955.
Gagasan untuk menyatukan langkah dan nama perkumpulan / organisasi tersebut diusulkan dalam muktamar Ma‘arif pada tanggal 24 Februari 1954 M di Semarang. Usulan iniu dipelopori oleh pelajar-pelajar dari Yogyakarta, solo dan semarang yang diwakili oleh Sofwan Cholil Mustahal, Abdul Ghoni, Farida Ahmad, Maskup dan M. Tolchah Mansyur. Muktamar tidak menolak atas inisiatif serta usulan tersebut .Dengan suara bulat dan mufakat dilahirkan suatu organisasi yang bernama IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) dengan ketua pertama M Tolchah Mansur, serta pada tanggal itulah ditetapkan sebagai hari lahir IPNU.
Lahirnya IPNU merupakan organisasi termuda dilingkungan NU sebagai langkah awal untuk memasyarakatkan IPNU, maka pada tanggal 29 April –1 Mei 1954 diadakan pertemuan di Surakarta yang dikenal dengan KOLIDA atau Konfrensi Lima Daerah, yang meliputi Yogyakarta, semarang, Kediri, Surakarta dan Jombang dan menetapkan M. Tolchah Mansur sebagai Pucuk Pimpinan (Sekarang Pimpinan Pusat). Selang satu tahun, tapatnya diarena konggres pertama IPNU didirikan IPPNU (Ikatan Pelajar Putri NU) 3 Maret 1955.
Komentar
Posting Komentar